Ciri Keramik Gampang Pecah

Ciri Keramik Gampang Pecah

Ciri Keramik Gampang PecahCIRI KERAMIK GAMPANG PECAH

Keramik Rumah – Keramik jika dimakan umur memang akan beresiko pecah atau popping. Namun resiko ini dapat diminimalkan terjadi, jika pemilihan keramik yang tepat. Salah satunya adalah dengan cara mengetahui beberapa ciri keramik yang bagus atau yang gampang pecah keramik seperti apa. Untuk itu, yuk perhatikan berikut ini ulasan mengenai keramik rumah.

Baca juga : Cara Ganti Keramik Tanpa Dibongkar

Lantai Keramik yang Mengalami Popping Sangat Rentan Pecah, Sehingga Mengurangi Keindahan Lantai di Rumah Anda

Penyebab terjadinya “popping” atau mengangkatnya lantai keramik secara tiba-tiba biasanya adalah karena adanya penyusutan kandungan pada perekat semen-pasir. Secara umum biasanya keramik dipasang dengan campuran semen, pasir dan air. Seiring berjalannya waktu, kandungan air pada adukan semen-pasir menguap hingga terjadi penyusutan yang menyebabkan keramik lepas. Penyebab lainnya adalah adanya perbedaan suhu / temperatur muai-susut antara adukan semen dengan keramik, yang menyebabkan keramik mudah lepas dan terangkat.

Baca juga : Trik Pilih Keramik Untuk Rumah

Selain itu, “popping” juga bisa terjadi karena penyusutan beton. Jika Anda menggunakan beton sebagai dasar bangunan dan memasang keramik di atasnya menggunakan perekat semen-pasir yang memang tidak fleksibel, ketika proses pelepasan air menyebabkan beton susut, perekat semen-pasir tidak bisa menyesuaikan diri. Hal ini kemudian menyebabkan keramik mengalami “popping” atau pengangkatan secara tiba-tiba. Rongga di bawah keramik yang disebabkan perekat keramik yang tidak merata juga bisa menyebabkan udara terjebak di dalam rongga tersebut, sehingga ketika udara mengalami pemuaian akan mendorong keramik hingga terlepas. Biasanya ciri keramik yang mengalami “popping” terlihat menggembung dan tidak rata pada permukaan lantai.

Baca juga : Bagaimana dengan Dinding Keramik?

Lalu bagaimana solusi mengatasi “popping” keramik ini? Hal pertama yang harus diperhatikan adalah hindari pemasangan keramik dengan jarak antar keramik yang terlalu rapat. Jarak yang terlalu rapat bisa menyebabkan saling tekan antar keramik ketika ada pemuaian, dan ini beresiko menyebabkan “popping” pada beberapa keramik yang berdekatan. Langkah lainnya adalah dengan menggunakan perekat khusus keramik yang tahan terhadap muai-susut keramik maupun beton. Adanya kandungan filler di dalamnya juga membuat adukan jadi lebih padat dan mengurangi penyusutan yang disebabkan penguapan air pada adukan. Selain itu perekat khusus keramik juga mengandung bahan aditif yang mengatur proses penguapan air dan tidak cepat kering sehingga memberikan waktu lebih untuk pemasangan lebih rapi. Kelebihan lainnya perekat keramik khusus biasanya melakukan proses curing lebih cepat, sehingga proses pengerjaan pun menjadi lebih efisien dan hemat waktu. Contoh perekat khusus keramik standar di Indonesia adalah MU (Mortar Utama) MU-420. Anda bisa membelinya di toko-toko bangunan terdekat.

Baca juga : Pentingnya Nat Pada Sebuah Keramik

 


Recommended Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WhatsApp chat